Pastor Josef Cui Lipeng, 38 tahun, misionaris asal Provinsi Hubei, Tiongkok, saat ini bertugas di Gereja Gembala Yang Baik, Jalan Jemur Handayani, Surabaya. Meski baru setahun berada di Indonesia, Pastor Cui sudah cukup fasih berbahasa Indonesia dan memimpin misa dalam bahasa Indonesia.
"Saya pertama kali belajar bahasa Indonesia di Yogyakarta selama tiga bulan, kemudian praktik langsung dengan para romo di Jogja, Jakarta, Semarang, dan Surabaya," ungkap Pastor Cui.
Namun, Pastor Cui mengaku belajar bahasa Indonesia bukan hal mudah baginya. Ia mengalami kesulitan terutama dalam pengucapan huruf "r."
Ucapannya sering pelat sehingga tidak dipahami orang lain. "Sekarang sudah lumayan," ujar Pastor Cui sambil tersenyum.
Pastor Cui berasal dari keluarga Katolik yang taat di Hubei. Bahkan, pamannya adalah seorang pastor praja di Tiongkok. Melihat pamannya kewalahan melayani umat di sana, ia memutuskan menjadi misionaris Serikat Sabda Allah (SVD) dan melanjutkan pendidikan teologi di Jerman.
Saat belajar di Jerman, Pastor Cui bertemu dengan keluarga Indonesia yang dikenalnya sebagai orang-orang yang sangat baik. Hal ini menumbuhkan keinginannya untuk bertugas di Indonesia.
"Keinginan itu akhirnya terwujud dengan perutusan saya ke Surabaya," tuturnya.
Pastor Cui merasa nyaman bertugas di Surabaya. "Di Surabaya, saya merasa seperti di kampung sendiri karena banyak umat yang potongannya seperti saya (Tionghoa)," katanya.
Untuk memperlancar kemampuan bahasa Indonesia, Pastor Cui terus belajar dari rekan-rekannya di Surabaya, terutama Romo Lucius Tumanggor SVD. "Kami sering nonton televisi bersama. Kalau ada yang tidak saya mengerti, dia yang menjelaskan," katanya.
Pastor Cui juga mengapresiasi kehidupan religius masyarakat Indonesia yang menurutnya sangat berbeda dengan di Tiongkok atau Eropa.
"Di Surabaya, saya melihat umat biasanya datang lebih awal sebelum misa dimulai dan berdoa pribadi sangat lama. Di Tiongkok tidak seperti itu," jelas pastor kelahiran 4 Maret 1986 ini.
Meski baru setahun bertugas, dedikasi Pastor Josef Cui Lipeng di Gereja Gembala Yang Baik mendapat apresiasi dari umat. Pastor Cui berharap dapat terus melayani dengan penuh semangat sambil memperdalam pemahaman budaya dan bahasa Indonesia.