Sabtu, 18 April 2026

Mampir Ngopi di Warkop Bu Paima Nikmati Bella Vista yang Makin Parah




Ayas dari dulu biasa mampir di Warkop Bu Paima di bawah pohon beringin. Satu kompleks dengan Bella Vista. Bangunan kolonial eks vila itu persis di samping kantor DPRD Kota Malang.

Sudah pasti dekat juga dengan Balai Kota Malang. Sayang, kondisi bangunan Bella Vista makin muram. Benar-benar tidak terurus. Meski belakangan digunakan kafe anak muda, kondisinya tidak lebih baik.

Ayas jadi ingat era 90-an. Gedung itu masih dianggap mewah, elite di tengah Kota Malang. Banyak turis bule yang nginap di situ. Kita orang hanya bisa memandang dari luar pagar.

"Kayaknya ada sengketa waris," kata seorang bapak yang biasa main catur di Warkop Bu Paima. "Makanya masih status quo."

Di mana-mana nasib bangunan tua atau cagar budaya selalu begitu. Ada saja sengketa perdata rebutan para ahli waris. Saling klaim di pengadilan. Akhirnya bangunan jadi telantar. Lama-lama rusak dan hilang.

Kalau tidak salah bangunan tua itu digunakan sebagai kampus. STT Atlas Nusantara kalau tidak salah. Kampus itu kemudian pindah ke Arjosari dekat terminal.

Sejak itulah eks Bella Vista jadi merana. Masih lumayan beberapa tahun terakhir dimanfaatkan warkop-warkop hingga pangkalan pekerja gig atawa tukang ojek online.

Bu Paima yang paling awet. Makanannya dari dulu rasanya sama. Begitu juga pisang gorengnya yang khas. Kopi racikannya juga beda dengan kopi di warkop-warkop di Surabaya dan Sidoarjo. 

Sore ini ada beberapa gadis langsing usia di bawah 20-an. Rambut mereka dicat ala artis Korea. Wangi pula. Rupanya mereka bakal ada live music malam hari.

"Om nonton aja sambil ngopi-ngopi," kata salah seorang cewek yang doyan nyedot vape.

"Waduh, Om wis tuwir. Senangane lagu-lagu lawas kayak Ida Laila dan Mansyur S," kata Ayas pesi-pesi aja.

Bu Paima memang suka banget muter radio spesialis ndangdut di Ngalam. Ayas pun jadi terbiasa dengar dangdut-dangdut lawas ala Ida Laila, Mansyur S, Meggy Z, Rhoma Irama hingga generasi baru Lesti Kejora, Nella Kharisma, Via Vallen. 

Hidup Jokowi, eh...
Hidup dangdut!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar