Sudah lama bisnis khas Timor NTT ini buka di Malang. Bahkan punya beberapa cabang. Salah satunya di Oro-Oro Dowo. Pemiliknya orang Kupang.
Sei babi artinya daging babi asap. Sangat terkenal di NTT, khususnya Kupang. Di Lembata Island tidak ada model babi asap. Saking larisnya di Kupang, produksi sei sangat tinggi.
Jika lewat di sejumlah ruas jalan di Kupang, Anda pasti melihat orang jual daging babi asap mentah di pinggir jalan. Cepat habis. Kalo sonde cepat sonde dapat na, kata teman di Kupang.
Dulu daging sapi lebih mahal dan laris. Lama-lama kalah sama babi. Meskipun dinyatakan sebagai makanan haram oleh Yahudi dan Islam, mayoritas orang NTT yang bukan Islam sangat doyan makan B2 ini. Karena itu, sekarang harga daging babi lebih mahal di NTT.
Beta hampir selalu mampir ke Klojen kalau ke Malang. Maklum, markas teman-teman beta alumni satu kelas A1-3 Smansa dulu di Prapatan Klojen. Di Koopen Cafe yang cukup terkenal milik Sam Ngopi alias Mas Ipong. Tidak jauh dari lapak sei babi itu.
Nah, kalau membaca tulisan FlOBAMORA besar-besar itu beta selalu ingat kampung halaman nan jauh di mata. Flobamora akronim dari Flores, Sumba, Timor - tiga pula besar di NTT. Orang NTT biasa menyebut provinsinya dengan Flobamora.
Dulu beta kecil masih SD di kampung pelosok Lomblen Island lagu Flobamora mulai diperkenalkan sebagai himne Provinsi NTT. Ada lomba paduan suara antarsekolah tingkat kecamatan.
Beta jadi dirigen. Hasilnya kalah karena teman-teman banyak yang gemetar nyanyi di depan orang banyak. Dirigen juga ikut gemetar. Paduan suara jadi tidak bagus. Bahkan ada yang lupa syair.
Flobamora tanah airku yang tercinta
Tempat beta dibesarkan ibunda
Meski sudah lama jauh di rantau orang
Beta ingat mama janji pulang e....
Dari kecil Bung Lambertus sudah suka menyanyi, bahkan memimpin teman2 untuk lomba menyanyi pula.
BalasHapusTerpaksa karena dipaksa pak guru. Waktu itu ngawur karena belum punya sense of beat, irama dsb dan belum bisa baca not.
HapusMasuk SMPK di Larantuka aku tidak lolos seleksi padus inti. Alias gagal.
Masuk SMAN Larantuka juga tidak lolos seleksi padus. Setelah pindah ke SMAN 1 Malang juga tidak lolos padus.
Tapi diajak ikut kor lingkungan untuk Gereja Cor Jesu karena kurang bas dan tenor. Sejak di Malang itu aku baru paham paduan suara yang benar karena pelatih dan pianisnya bagus untuk standar gereja.
Lambertus, waktu SD di Jalan Gatotan kelas 5 aku dipilih lomba menyanyi Hari Kartini. Aku menyanyi lagu "Ibu kita Kartini ..." ciptaan WR Supratman dengan baik, tapi tidak dengan perasaan. Temanku Bambang menyanyi lagunya Ebiet "Untuk Sebuah Nama", tetapi liriknya dia ubah, agar cocok dengan thema Hari Kartini. Yang menang: ya jelas Bambang, karena dapat ponten ekstra atas kreativitasnya. Memang sudah layak dan sepantasnya. Setelah itu diam2 saya merasa malu, mengapa tidak mempersiapkan baik2.
HapusKetika di SMA, saya ikut paduan suara dipimpin almarhum Pak Arie Suprapto yang legendaris. Membawakan lagu2 karangan Handel: Halleluia; "Seht, er kommt, mit Preis gekrönt" dari Judas Maccabeus. Masuk vocal group membawakan lagu2 kontemporer macam Sinaran sambil nandak2, wkwkwk. Satu malam kesenian sampai tampil 2x bersama koor dan kemudian vocal group.
Di universitas di daerah Midwest USA, saya tetap hobi bernyanyi dan ikut koor gereja. Sambil main gitar mengiringi umat bernyanyi lagu2 dari Glory and Praise, karangan komponis2 folk church music terkenal semacam Pastur Jan Michael Joncas, yang lagunya "On Eagle's Wings" menjadi favorit mantan Presiden Joe Biden. Tiap minggu latihan dipimpin bule cewek Barbara yang suaminya orang hitam.
Setelah dewasa aku sempat lama tidak main musik dan nyanyi. Setelah anak2 besar, barulah bisa ngeband ... di bawah band director yang transgender, tukang gebuk drum piawai, manggung di bar2 tanpa bayar. Yang diundang, teman2 sendiri. Untuk senang2an saja. Lagu2nya, rock and roll dari tahun 1960-2000an.
Walaupun ga pernah menang apa2, tapi hati senang. Hobi tersalurkan dan menghibur orang lain.